Undana Peduli Covid-19

  • Bagi 2,5 Ton Beras ke Rumah Ibadah

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, juga turut dirasakan masyarakat Indonesia, khsusunya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Tak hanya dampak kesehatan, namun wabah ganas ini pun telah merambah aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu,  Universitas Nusa Cendana ( Undana) terus menggalakkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak guna mengatasi pandemi Covid-19. Setelah melakukan siaran publik pekan lalu, Rabu -Kamis kemarin, (22-23/4) Undana telah mendistribusi bantuan logistik berupa beras 2,5 ton ke beberapa rumah ibadah kaum Nasrani maupun Muslim di Kota Kupang.
Pada hari pertama, rumah ibadah yang mendapat bantuan yakni Masjid Al Fitrah Oesapa, Masjid Al Islah Lasiana dan GMIT Kota Kupang. Pada hari kedua beberapa tempat ibadah yang mendapat bantuan yaitu GMIT Nasaret Oesapa Timur, GMIT Petra Penfui, GPDI Bukit Zaitun Oesapa, GMIT Lanud El Tari Penfui, Gereja Katolik St. Hendrikus Penfui dan GSJA Sinar Kasih Oebobo.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu yang dimintai komentarnya mengatakan, bantuan tersebut merupakan sumbangan sukarela dari Undana kepada masyarakat. Sebab, hingga saat ini belum ada nomenklatur bantuan pemerintah pusat ke instansi vertikal seperti Undana guna mengucurkan anggaran untuk penanganan Covid-19. Meski demikian, ia mengaku, dari 2,5 ton tersebut Undana mendapat 1 ton dari Bank NTT Cabang Kupang hasil kerjasama selama ini. “Bank NTT berpartner dengan Undana sehingga hubungan itu tetap dijaga dan Bank NTT tahu bahwa Undana sudah bentuk Satgas Penanganan Covid-19, maka mereka juga berpartisipasi bersama Undana. Kebetulan kita sudah siapkan 1,5 ton dan ditambah 1 ton dari Bank NTT,” jelasnya.

Menurutnya, tak mungkin Undana bagi langsung kepada mahasiswa karena kesulitan mendeteksi keberadaan mahasiswa. Pasalnya, ada mahasiswa yang masih di Kupang, tetapi ada juga yang sudah ke kampung halaman. Selain itu, Undana tidak mungkin kumpulkan mahasiswa di kampus guna menerima bantuan, karena saat ini pemerintah melarang kerumunan massa (social – phsycal distancing).

“Sehingga kita salurkan ke tempat-tempat ibadah. Entah Gereja maupun Masjid. Nanti disalurkan pada warga yang membutuhkan khususnya mahasiswa Undana yang benar-benar  jamaah di Masjid maupun Gereja. Mereka akan mendapat bantuan. Kalau sekarang kita sendiri tidak tahu mereka dimana, apakah di Kupang atau tidak,” bebernya.

Rektor Undana dua periode itu mengaku, bantuan sukarela dari civitas akademika Undana itu bisa berguna bagi masyarakat yang membutuhkan, meski jumlahnya tidak banyak. Ia juga berharap bantuan itu dapat disalurkan pihak Gereja maupun Masjid bagi masyarakat maupun mahasiswa yang kurang mampu.

Imam Hj Amirullah S.Pd Al Fitrah  ketika menerima bantuan beras dari Undana, mengaku, sangat berterima kasih kepada Undana yang telah memberikan bantuan. Karena itu, ia akan fokus membagikan bantuan tersebut kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. “Saya sangat berterima kasih. Nanti saya berikan kepada mahasiswa yang benar-benar butuh. Kalau memang ada sisa, saya akan berikan kepada jamaah yang kurang mampu,” katanya.

Pengurus Ta’mir Masjid Al Islah Lasiana, Irianto mengaku jamaahnya umumnya merupakan keluarga yang kurang mampu. Selain itu, mahasiswa Undana maupun mahasiswa kampus lainnya yang menjadi jamaah Masjid akan menjadi prioritas.

“Kami sangat berterima kasih, karena bantuan ini sangat berarti bagi jamaah agar bisa melangsungkan hidup mereka. Juga kepada mahasiswa yang jauh dari orangtua,” ujar Irianto yang saat itu didampingi Imam Masjid Drs. H. Ahmad Agung Lamabelawa.

Sementara Ketua Majelis GMIT Kota Kupang, Pdt. Tera Klaping, S.Th ketika menerima bantuan tersebut mengatakan GMIT Kota Kupang memiliki anggota jemaat yang cukup banyak. Banyak dari antara mereka ada yang bekerja sebagai buruh harian, penjaga toko, maupun pedagang kaki lima di Pantai Tedis, tetapi mereka semua terdampak Covid-19. Karena itu, dengan adanya bantuan dari Undana, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Undana. “Kami doakan kiranya Pak Rektor Prof. Fred Benu beserta jajaran tetap diberkati oleh Tuhan Yesus,” tutupnya.

Untuk diketahui pada hari pertama, bantuan langsung diserahkah Rektor Undana, Prof. Fred L. Benu, Warek Bidang Administrasi dan Keuangan, Ir. Jalaludin, M. Si, Ketua Tim Penanganan Covid-19 Undana, Dr. Apris Adu, S. Pt, M. Kes, Kabag UHTP Undana, Ir. Frankie Messakh dan pimpinan Undana lainnnya serta para anggota Satgas Covid-19 Undana [rfl/ds]

Comments are closed.