SEMNAS FKP KE – VII

Kemajuan inovasi dalam sains dan teknologi sangat luar biasa pada saat ini, seperti peningkatan yang dramatis dalam daya komputasi. Tentunya, kemajuan ini berkontribusi pada peningkatan bisnis dan kesejahteraan masyarakat. Bersamaan dengan kondisi ini, dunia juga menghadapi tantangan berskala global seperti menipisnya sumber daya alam, pemanasan global, tumbuhnya kesenjangan ekonomi, dan pandemi Covid 19. Masyarakat Indonesia hidup di jaman yang penuh ketidakpastian yang penuh dengan kompleksitas di semua tingkatan. Namun, peluang besar untuk memanfaatkan TIK semaksimal mungkin guna mendapatkan pengetahuan baru dan menciptakan nilai-nilai baru untuk membuat hubungan antara “manusia dan benda” dan antara “dunia nyata dan dunia maya” secara efektif dan efisien demi menyelesaikan masalah di masyarakat, menciptakan hidup lebih baik untuk rakyat, dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang sehat perlu kita optimalkan. Dalam mengatasi tantangan ini dengan mendorong berbagai pemangku kepentingan di berbagai tingkatan untuk berbagi visi masa depan yang sama akan sangat penting untuk mewujudkan masyarakat seperti itu melalui digitalisasi.
Inisiatif yang disebut “Masyarakat 5.0” atau “Society 5.0” yang diusulkan oleh
Kabinet Jepang pada Tahun 2016 dalam Rencana Dasar Sains dan Teknologi ke-5, dengan visi untuk menciptakan “Masyarakat Super Cerdas” (MSC). MSC mewakili masyarakat berkelanjutan yang terhubung oleh teknologi digital yang hadir secara rinci dengan berbagai kebutuhan masyarakat itu (www8.cao.go.jp). MSC menyediakan barang atau layanan yang diperlukan untuk orang-orang yang membutuhkannya pada saat dibutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan, sehingga memungkinkan warganya untuk hidup aktif dan nyaman melalui layanan berkualitas tinggi tanpa memandang usia, jenis kelamin, wilayah, bahasa, dan sebagainya. Namun perlu dicatat bahwa digitalisasi hanyalah sarana, dan bahwa kita manusia sebagai aktor utama tetap penting sehingga fokus yang kuat dipertahankan pada pembangunan masyarakat yang membuat kita bahagia dan memberi kita rasa nilai.
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (SDGs) PBB diadopsi pada bulan September 2015 sebagai pedoman untuk seluruh dunia. Prinsip penggeraknya adalah mewujudkan perdamaian dan kemakmuran bagi semua orang dan planet ini dengan menanggapi tantangan dengan inklusivitas yang “tidak meninggalkan siapa pun”. Pemerintah Jepang telah membuat Prinsip-Prinsip Panduan Penerapan SDG dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi (STI) dan memberikan rekomendasi yang meliputi: (1) menciptakan masa depan global melalui Masyarakat 5.0, (2) memungkinkan solusi menggunakan data global, (3) mempromosikan kerja sama di tingkat global, dan (4) membina sumber daya manusia untuk melakukan upaya STI untuk SDGs.
Dalam Masyarakat 5.0, nilai baru dapat dihasilkan dengan cara-cara berikut: melalui analisis AI-big data yang terdiri dari beragam informasi, seperti data meteorologi, data pertumbuhan tanaman, kondisi pasar, serta tren dan kebutuhan pangan.
Tukul Rameyo Adi, Staf Ahli Menteri Marves Bidang Sosio-Antropologi menyebut, pengertian masyarakat 5.0 (Society 5.0) adalah konsep di mana kita akrab dan mampu memanfaatkan semua kebaikan dan keuntungan revolusi industri 4.0, yaitu teknologi digital dikaitkan dengan kekayaan budaya bahari yang telah ada di nusantara. Hal itu dilakukan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik masa kini dan di masa depan tanpa harus mereduksi harkat-martabat manusia dan kehilangan jati diri manusia sebagai insan budaya.
“Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia mampu mewujudkan masyarakat maritim 5.0, pembangunan yang memadukan kearifan budaya bahari dengan kemajuan teknologi revolusi industri 4.0”.
Bersarkan uraian tersebut, Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana mengambil tema Seminar Nasional Kelautan dan Perikanan ke-VII “Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang Berkelanjutan Menuju Masyarakat 5.0” untuk menyiapkan masyarakat dalam mengelola sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil melalui upaya digitalisasi dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi (STI) untuk penerapan Sustainable Development Goals (SDGs).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *