Rektor Lantik 5 Pejabat Undana

Sebanyak lima pejabat di lingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana) dilantik Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D.  Mereka adalah Dr. Moses Kopong Tokan, M. Si,   Daniel Lay Moy, S.Pd., M. Eng masing-masing sebagai Wakil Dekam (Wadek I dan II FKIP Undana). Selanjutnya Drs. Jacob Wadu, M.Si, Markus Tae, S. Sos., M.Si,  masing-masing sebagai Wakil Dekan (Wadek I dan III FISIP Undana). dan Jibrael Rakke, SH., MH dilantik sebagai  Kabag Kepegawaian Undana.

Rektor Undana, Prof. Fred Benu  mengatakan meskipun di tengah kondisi pandemic, tetapi urusan administrasi dan akademik sudah dilaksanakan di kampus. Dan itu dilakukan dengan sistem sift dan mengikuti berbagai protokol kesehatan. “Dan kita juga masih setia dengan bekerja secara online, beberapa aplikasi yang kita pakai seperti zoom, slack infokom etmondo, e-learning dan lainnya cukup baik sejauh ini,” tandas Prof. Fred ketika menyampaikan sambutannya pada acara pelantikan dan  pengambilan sumpah pejabat di lingkungan Undana, Selasa (7/7/2020) di Aula Rektorat lantai tiga Undana Pendui.

Dr. Moses Kopong Tokan, M. Si saat menandatangani berita acara pelantikan disaksikan rektor, Prof. Fred Benu,
Warek II, Ir. Jalaludin, M.Si dan Plt. Karo Umum, Nerry Nafie, S.IP.

Sejauh ini, kata dia, urusan administrasi berupa surat dan lain-lain cukup berhasil dilaksanakan secara daring. Sehingga akan terus dilakukan. Sebab, hal tersebut juga merupakan bagian dari penyesuaian terhadap perkembangan revolusi industry 4.0. Saat ini, jelas Rektor, BAAKPSI Undana sedang membuat sistem yang langsung digunakan dan sejauh ini cukup berhasil. Selain itu, soal seminar dan skripsi, semuanya dilakukan secara daring. Terkait dengan perkuliahan mahasiswa, beberapa aplikasi yang disebutkan sebelumnya pun telah digunakan oleh mahasiswa, sehingga ke depan akan disesuaikan.

Terkait dengan pemberian subsidi bagi mahasiswa, katanya, hal itu berbenturan dengan aturan dari Dirjen Perbendaharaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karena itu, rektor menybut, mahasiswa akan melakukan pembayaran seperti biasa. Namun, akan diganti dengan memberikan pulsa bagi mahasiswa. Untuk mahasiswa penerima Bidikmisi dan beasiswa lainnya tidak diizinkan mendapat pulsa untuk keperluan belajar daring.

Ia mengatakan, ujian SBMPTN yang akan digelar bulan depan, tidak bisa dilaksanakan secara daring, sebab akan sulit mendeteksi para joki yang mengerjakan soal, atau memberi jawaban kepada calon mahasiswa. Pun demikian, kata dia, Undana akan berupaya melakukan protokol kesehatan secara ketat bagi para peserta ujian SBMPTN nantinya.

Terkait dengan pandemic, kata Rektor, berimbas juga pada para pegawai dan dosen, karena kemampuan fiskal Undana belum mendukung, sehingga kemungkinan pemberian remunerasi akan ditunda. Pun demikian, lanjutnya, akan dilakukan upaya sehingga remunerasi tetap akan dibayar. Ia juga menyampaikan  selamat bekerja bagi  para pejabat yang beru dilantik. “Pegang dan ingat baik-baik sumpah dan janji yang sudah diucapkan, selamat bekerja,” tandasnya.

Comments are closed.